Manadoberita.com, MANADO — Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan performa yang kian solid dan berada di jalur positif.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sulawesi Utara secara kumulatif sepanjang tahun sebelumnya sukses tumbuh menguat di angka 5,66 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menyentuh angka Rp204,75 triliun.
Tren positif ini berlanjut pada awal tahun ini. BPS melaporkan bahwa pada Triwulan I 2026, ekonomi Sulawesi Utara tetap mencatatkan pertumbuhan yang impresif sebesar 5,54 persen (y-on-y). Capaian ini sekaligus memperlihatkan ketahanan ekonomi daerah yang mampu tumbuh stabil di tengah dinamika global.
Sektor Penggerak dan Daya Dorong Baru
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Sulawesi Utara mengungkapkan bahwa stabilitas ekonomi regional ini ditopang oleh kuatnya sektor riil serta komitmen daerah dalam memperkuat hilirisasi komoditas unggulan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Purwanto, dalam keterangannya di Manado, menyampaikan bahwa sektor pertanian, industri pengolahan, serta sektor perdagangan tetap menjadi tulang punggung utama.
Selain itu, potensi besar dari sektor kelapa melalui program hilirisasi kini di dorong penuh sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah (value added) lebih tinggi bagi kesejahteraan petani dan masyarakat.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pada awal tahun ini turut didorong oleh terjaganya daya beli masyarakat, momentum hari besar keagamaan, serta akselerasi belanja pemerintah daerah yang efektif dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Penurunan Pengangguran dan Peningkatan Kesejahteraan
Geliat positif makroekonomi ini turut membawa angin segar bagi sektor ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan di Bumi Nyiur Melambai.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Utara menunjukkan tren penurunan yang signifikan, yang diiringi dengan peningkatan proporsi pekerja formal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus terus menggandeng para pemangku kepentingan (stakeholders), pelaku usaha, serta perbankan daerah seperti PT Bank SulutGo (BSG) untuk memperkuat sinergi fiskal dan investasi.
Langkah strategis ini diarahkan untuk memastikan agar perputaran uang di daerah benar-benar berpihak pada pemberdayaan UMKM lokal dan penyerapan tenaga kerja.
Prospek Optimis Sepanjang Tahun 2026
Melihat pencapaian triwulan pertama yang solid, Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Sulawesi Utara secara keseluruhan tahun 2026 akan terus tumbuh menguat dalam kisaran 5,4 persen hingga 6,3 persen.
Kendati demikian, tantangan global tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama otoritas moneter terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pasar murah berkala, digitalisasi sistem keuangan daerah, serta optimalisasi sektor pariwisata dan transportasi.
Dengan fondasi ekonomi yang kian kokoh, Sulawesi Utara optimis mampu menjaga momentum pertumbuhan yang inklusif, berkualitas, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Redaksi)











