Manadoberita.com – Minahasa. Di tengah musibah yang menimpa warga Desa Touliang Oki, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, kepedulian datang dari Pengurus Daerah (PD) TIDAR Sulawesi Utara bersama Pengurus Cabang (PC) TIDAR Minahasa.
Sebanyak enam rumah yang dihuni delapan kepala keluarga terdampak bencana kebakaran. Kondisi tersebut membuat kebutuhan dasar warga menjadi perhatian, terutama perlengkapan rumah tangga yang mengalami kerusakan maupun tidak lagi dapat digunakan.
Melihat kondisi tersebut, Ketua PD TIDAR Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, S.I.Kom., M.I.Kom., bersama Ketua PC TIDAR Minahasa, Joost Walandouw, membawa bantuan bagi warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa mesin pompa air dan kasur tempat tidur, yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.
Ketua PC TIDAR Minahasa, Joost Walandouw, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga Desa Touliang Oki.
“Kami selaku jajaran pengurus dan anggota TIDAR Sulawesi Utara serta TIDAR Minahasa turut prihatin terhadap musibah yang terjadi dan melanda keluarga di Desa Touliang,” ujar Joost.
Menurutnya, kehadiran TIDAR bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Karena itu kami bersama Ketua TIDAR Sulawesi Utara, Bung Standius Bara Prima, berupaya hadir dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga yang terdampak,” katanya.
Bagi warga yang terdampak, bantuan tersebut bukan hanya soal barang yang diterima. Mesin pompa air dan kasur menjadi bagian dari upaya untuk membantu mereka kembali menata kehidupan setelah bencana.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, perhatian dari berbagai pihak menjadi penguat bagi keluarga-keluarga terdampak bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.
TIDAR Sulut dan TIDAR Minahasa pun berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi warga Desa Touliang Oki untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
Kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, solidaritas masyarakat dan kehadiran berbagai elemen menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga.











