2027, Pemprov Sulut Genjot Pembangunan Infrastruktur Jalan

Manadoberita.com – Manado. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan memfokuskan pembangunan daerah pada sektor infrastruktur, khususnya pembangunan dan peningkatan jalan, pada 2027 mendatang.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus menegaskan, kebijakan tersebut didukung adanya relaksasi pembayaran utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang selama ini menjadi salah satu beban fiskal pemerintah daerah.

Gubernur Yulius menjelaskan, utang PEN Pemprov Sulut mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Sejak 2022, pemerintah daerah membayar sekitar Rp250 miliar per tahun kepada pemerintah pusat.

Namun, pada 2027 mendatang akan dilakukan relaksasi pembayaran. Dengan kebijakan tersebut, Pemprov Sulut hanya perlu membayar bunga utang PEN.

“Utang PEN kita sekitar Rp1,8 triliun. Ada relaksasi, sehingga pada 2027 kita hanya membayar bunganya,” ujar Yulius.

Menurutnya, relaksasi tersebut memberikan ruang fiskal bagi Pemprov Sulut untuk mengalokasikan anggaran lebih besar bagi pembangunan infrastruktur.

Dana yang sebelumnya digunakan untuk pembayaran pokok utang, sekitar Rp180 miliar, akan diarahkan untuk pembangunan daerah, terutama infrastruktur jalan.

“Kita akan kuatkan pembangunan, terutama jalan,” tegasnya.

Gubernur Yulius mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar daerah kepulauan yang selama ini masih membutuhkan peningkatan konektivitas.

Ia menyebut Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud sebagai wilayah yang akan mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur jalan.

“Di Sangihe masih ada jalan provinsi yang belum tersentuh. Jadi kita akan kuatkan pembangunan, terutama jalan,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan, pemerintah daerah berupaya agar kewajiban utang PEN tersebut dapat diselesaikan pada 2029. Dengan demikian, ruang fiskal pemerintah daerah ke depan diharapkan semakin terbuka untuk mendukung pembangunan Sulut.

Pemerintah Provinsi Sulut, lanjutnya, akan mengarahkan pembangunan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi infrastruktur di masing-masing wilayah.

Fokus terhadap infrastruktur jalan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di daerah kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *